“Hidup Adalah Kerja Keras “ . . . . .kalimat itu mungkin sering ku
ungkapkan dalam setiap kesempatan,tempat dan ruang, , , aku aris, , ,21 tahun
dan ini semua tentang kisahku. .ku selalu terilhami oleh negara penjajah kita
“jepang “andai ku datang lebih cepat .ku lahir pada saat semua penjajahan di
Indonesia telah dihapuskan,100490 angka
bagus untuk awal yg bagus. . .kulahir di dunia tanpa tangis dan teriakan yg
memekakan telinga ibu ku. .atau tangisan
itu yg ibu harapkan?? Orang –orang mulai bingung dengan apa yg terjadi
padaku,apa aku sudah tak bernyawa atau ku sudah ditakdirkan tak bakat jd
cengeng ?? Ku penasaran bagaimana raut mukaku saat itu apakah tersenyum ??
hahaha tak mungkin, , , yang jelas malam
itu keluargaku dibuat panic. Nenek ku yg percaya tradisi leluhur, , , menurut
sumber yg dapat dipercaya saat itu nenek memukulku dengan sebuah lidi setengah
jam setelah aku dilahirkan. . .dan. . . . akupun menangis keras, , , ,siapa
juga kalo dipukul y sakit lah, , , huft, , ,tak apalah paling tidak tangisanku
dapat membuat ibu tersenyum. . .ku anak pertama..semoga ku jadi anak yg soleh n
berbakti. . . amin…
Hanya sekitar 2 tahun aku berada orang tuaku. . . .ibu memutuskan untuk
menitipkanku di desa, , ,namun inilah awal dari cerita ku,, ,jgn main main
kawan. . .tak mudah hidup jauh dari ibu. . .apalagi di desa. . .ku tinggal
dengan nenek ku. . .setelah ku dapat berbicara ku memanggilnya “simbok” . .kami
tinggal di sebuah desa yang terletak jauh dari peradaban kota sekitar 1,5 jam
dari ponorogo perjalanan ke desa ku dengan mobil,rumahku diapit kebun dan
kandang kambing dibelakang rumahku terdapat sawah yg terbentang tak terlalu
luas namun kawan. .tanah itu telah
menghasilkan padi yg bagus. .subur
sekali. . .hahaha nanti kalian tahu apa yg kupikirkan saat aku dapat berpikir
logis konyol. . .namun sekarang ini kisahku saat aku ,aris balita pemalu
Sangat pemalu hingga untuk dapat teman bermain yg sebaya pun
ku tak mampu. . pada saat itu ku berpikir bagaimana cara untuk dapat bermain
dengan mereka? Setiap ayah pulang untuk menjenguku dia pasti membawakan mainan
yg bagus2. . .itulah senjataku untuk
mendekati teman2 sebaya ku. . . namun kawan. . .itu tak berlangsung mudah. .
.terkadang ku harus menelan ludah (lebay) saat mereka bermain n aku kehabisan
senjata . . .ku memutuskan untuk memanjat pohon yg tak terlalu tinggi . .
.bentuknya seperti pelana kuda kawan. . .itu lah temanku. .daunnya adalah alat musiku. . .atau lebih
tepatnya alat iseng ku saat ku suntuk. . .hingga suara pelan namun terdengar
jelas. . .simbok memanggil “le medun le ngko tibo “ haha seingatku itu yg
dikatakanya. . . ku selalu menuruti perintahnya kawan ,nenek dengan rambut
putih. . .baju kebaya. .dan jarik batik. . .tahun 90 an itu masih dapat
ditemukan di desaku. . . ku turun dan mendekatinya dengan menunduk. . .lalu
berlari setelah mendapat perintah untuk segera mandi. . .hahaha aku mandi dulu
kawan letaknya tak jauh dari rumahku,berjalan menuruni tebing . . .di dekat
sawah terdapat sungai yg airnya jernih. . . sebagian tepi sungai dibangun
seperti pemandian dengan atap fiber, , ,hingga membuat efek cahaya yg bagus di
air saat matahari cerah kawan. .
bagaimana bisa kepala desa membuat tempat sebagus ini,sedang rumahku saja yg
terbuat dari anyaman bamboo dan beralaskan tanah saja sudah kubilang
bagus,apalagi tempat pemandian betembok dan berlantai mengkilat begini , saat
itu ku berpikir layaknya orang desa yg tak tahu apa2 kawan. . .itulah aku ,
pemalu . . lugu. . .bodoh. .namun banyak
org yg sayang padaku. .
To Be Continued >>>
No comments:
Post a Comment