“iseh adem yo mbok,anyes
ki” ujarku kepada orang yang berdiri sedikit membungkuk di samping dipan tempat
aku tidur,”shalat le jago ne wis muni kuwi “ ujarnya maksudnya dia menyuruhku
untuk bangun dan segera shalat,hari sudah menjelang pagi,ku dengar jelas suara
kokok ayam jago yang terdengar namun tubuh mungilku yang mengigil ini lho kawan
yang tak kuat,udara sekitar di daerahku saat itu jika pagi hari sangatlah
dingin,jika ku sudah mengenal suhu celcius saat itu ,mungkin ku terkejut dan lantas
membandingkanya dengan beberapa tempat
di Indonesia seperti puncak,bandung,bogor ,dll,rumahku di kaki bukit,jadi
kalian silahkan membayangkan deh. . . . . ok cukup membayangkanya,hehe, , ,saat
itu aku sudah menginjak umur 4 atau 5
tahun,yang jelas ku sudah duduk dibangku Taman kanak2,Sejak Tk simbok banyak menanamkan nilai agama
padaku,entah apa yang dikatakanya,shalatpun yang aku tahu hanya pakai sarung
lalu bungkuk dan sujudkan badan,ku hanya hafal rakaat,hmmm yang aku harap dari
shalatku adalah agar simbok mengucapkan 2 kata ajaib “ Cah bagos” wew. . .ajaib
bahkan jika ditukarkan dengan sebongkah berlianpun saat itu aku pasti
menolak,yaiyalah, , ,mana ngerti jaman dulu ma harta,ehm singkat kata ku bangun
,ciplak cipluk air di padasan,yang sekarang aku kenal dengan kata wudhu,lalu
shalat ala kadarnya di atas tanah beralaskan karpet ,setelah shalat ,sudah
menjadi kebiasaanku saat itu untuk mengambil air,namun bukan di sungai yg waktu
itu aku ceritakan kawan,melainkan sebuah sumur kecil di kaki bukitlah yg jadi
tujuanku kali ini,matahari mulai menebar hangatnya kala ku memikul sepasang
kaleng cat kecil dengan sebilah bamboo menuju sumur,atau lebih tepatnya mata
air,letaknya tak jauh dari rumahku,bagiku jarak nya cukup lumayan untuk program
diet mu,yaa tiap hari bolak-balik bisa turun 3 kg kalo sebulan mungkin,hahaha
intermeso, , ,tapi saat itu ku tak kenal kata capek kawan,aku seperti anak
angin yang ringan,tak ada rasa capek ,berjalan dengan sedikit lari2 kecil
layaknya seorang ninja,ku belum tau ninja pada saat itu,hehehe sesekali ku
melihat disela batang pohon disepanjang jalan,satu,dua,tiga pohon atau bahkan
lebih,kutengok disisi kiri dan kanannya,hmmm kalian tahu yg aku cari kawan??
Jamur,ku suka jamur yang sering kutemukan dijalan menuju mata air,bentuknya
bulat abstrak dengan ada garis kuning di beberapa sisinya,entah apa
namanya,hehe saat itu ku hanya dapat dari satu pohon saja,tak apalah,segera ku
masukan kantong celana ku,setiba di mata air tersebut,ku mengisi kaleng yg aku
bawa,2 kaleng saja,heheh tak berat ko,ini memang kegemaranku,layaknya pak tani
yg membawa peralatanya ke sawah,ku juga tak mau kalah,setiap pagi ku jalan2
dengan kaleng dan pikulanku,saat itu entah kenapa ku ingin sekali kerumah inu
pembuat tempe tak jauh dari tempat aku berdiri ,dekat mata air, , ,namun ku
urungkan niatku,simbok pasti marah kalo aku terlalu lama pergi,ku bergegas
pulang,sesampainya dirumah matahari telah muncul kawan,kambing disamping
rumahku jg sudah dapat makanannya,simbok memang telaten mengurus hewan
peliharaannya,huhu padahal aku sendiri belum makan hahaha,tak apa lah ku bergegas membersihkan badanku dan
segera ke dapur,ku cari simbok, , hmmm ternyata simbok sudah berada di sawah
belakang rumah,dia menyahut ketika kupanggil,ku urungkan niatku untuk makan dan
bergegas menghampiri si mbok,sayup2 ku dengar dia berbicara dalam bahasa jawa
dengan tetangga kami,ku tak ingin tahu,tapi akhirnya ku tahu jg dari
simbok,nanti malam ada pergelaran wayang di alun-alun ,wew, ,wayang ,yang aku
tau saat itu,wayang adalah tempat
berkumpulnya orang banyak,banyak penjual jajanan di malam hari,mendengar simbok
bilang begitu,sontak ku gembira luar biasa kawan,desa kami sangat sepi saat
malam hari,dengan adanya wayang ku tak akan sepi lagi malam ini,tak
sabar,padahal masih pagi,tapi dalam hatiku berujar malam datang cepatlah aku
tak sabar,sambil menuang beberapa biji jagung di kebun,sementara simbok
menumbuk tanah dengan alu nya.
Lalu
malam pun datang,terang lampu petromax menerangi ruang depan rumahku,sedang
dapur dan kamar,diterangi lampu semprong yang asapnya didakwa telah menghitamkan atap kamarku,aku
duduk di depan rumah dengan pakaian terbaiku dan sepatu magic,ajaib,luar biasa
yang ayah belikan untuk ku 2 bulan yg lalu,ku menunggu simbok yang sedang
beres2 di dapur,tak lama ku menunggu ,simbok keluar dengan membawa senter ,dua
senter yang kecil untuk aku dan yang besar untuknya,kami pun mulai berjalan,cit
cit cit cit, , ,hahaha hei itu suara sepatuku kawan, ,ajaib, , ,sengaja
kumainkan langkahku untuk mendapat kombinansi nada yg padu,siapa tahu aku
dilirik produser music instrument ,hahahah tak begitu,saat itu ku merasa heran
aja ,gimana caranya bisa bunyi gitu,ada lampu warna warninya pula,simbok
menuntunku berjalan melewati rumah, sawah ,dan jalan raya yang tak terlalu
ramai kendaraan,dari kejauhan terlihat elok lampu petromax ,makin lama terasa
dekat di iringi alunan music yang memekakan telinga dan membuat jantung
berdetak lebih cepat ,awalnya akun merasa tak nyaman dengan suasana
tersebut,decit suara sepatuku kalah oleh musik itu ,sebagai anak kecil saat itu
ku seperti berada di sekitar mahluk yg tinggi besar,yang aku maksud orang2
dewasa berkerumun di depan tirai putih,sedikit gelak tawa juga
kudengar,beberapa lainya berkerumun di sekitar alun –alun,banyak penjual
makanan yang memadati alun-alun,sepanjang cerita ku hanya terdiam ,ingin ku
bertanya pada simbok tentang apa itu wayang ,apa yang mereka tertawakan,namun
ku tak mau menanyakanya ,sedang ku berujar untuk pulang saja simbok tak
dengar,”hentikan music itu,hentikan tawa itu “ ujarku dalam hati,aku tak tau
sampai kapan ku di sekitar orang-orang ini,dan apa yang aku lihat? Terus
bertanya dalam hati hingga ku pulas tertidur di pangkuan simbok,begitu pulas
hingga tak tedengar lagi music itu,tawa itu,haaaaah damai, , ,
Entah
berapa lama ku tertidur,hingga simbok membangunkan aku ,masih kudengar suara
hiruk pikuk orang,simbok mengajaku untuk pulang,akhirnya pulang juga , ,
mungkin simbok sadar kalau aku telah lelah berada di sana ,dengan tak satupun
hal yang menarik bagiku,satu hal yang menarik bagiku adalah ketika berangkat
dan pulang,kali ini kami mengambil jalan pintas masih sama dengan yang tadi
,gelap,dan berbatu.
Makin lama kami makin jauh dari alun alun,sayup-sayup music
mulai menghilang ,berganti dengan decit suara sepatuku, , hahaha ini yang
membuatku senang kawan,sengaja ku perbanyak langkahku,cahaya senter menuntun
kami keluar dari area persawahan ,kali ini menanjak ,belok kiri dan kami akan
segera sampai dirumah ,sangat sepi di desa kami disaat malam,hal yang belum aku
tahu saat itu adalah apa makna dari acara wayang itu,mengapa orang2 tertawa
,hal ini akan kusadari nanti kawan,hehe, , setibanya di depan rumah,simbok
membuka pintu rumah , , ku segera berlari ke kamar,melepas sepatuku dan
melompat ke dipan,suara jangkrik dan kodok menemani letihku,ku segera terpejam
dan tertidur,, ,terlelap bersama semua tanyaku, ,
No comments:
Post a Comment